Penyesalan Yudhistira

Begitu menyadari telah berbohong, Yudhistira sangat sedih dan menyesalatas apa yang sudah dilakukannya. Predikat sebagai raja jujur otomatis lepas dari pribadinya. Meski kebohongannya membawa akibat yang besar atas kemenangan Pandawa melawan Kurawa dalam Perang Baratayuda, namun wayang yang satu ini tetap saja menyesali dan sedih.

Dengan kebohongannya, Durna jadi percaya kalau anaknya tewas dalam perang tanding melawan Bima. Padahal sebenarnya yang tewas adalah tunggawan Aswatama yang bernama Swatama (seekor gajah). Kepedihan yang amat sangat akibat kehitalangan putera tunggalnya membuat mental Durna jatuh dan akhirnya terbunuh oleh Drestadyumna.

Yudhistira protes kepada dirinya sendiri, mengapa harus berbohong demi memenangkan pertempuran? Kebohongan yang sangat disesali karena selama ini tidak pernah berbohong.

Yudhistira, Raja Amarta adalah putera sulung Pandu Dewanata, Raja Hastina Pura yang meninggalkan Kerajaan demi menebus kesalahanya yakni membunuh seorang Brahmana bernama Resi Kindama.

Yudhistira dikenal sebagai raja yang mempunyai karakteristik adil, sabar dan jujur. Tidak satupun tokoh pewayangan yang kesabaran dan kejujurannya melebihinya.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

«

»
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.