Oleh: sisgi | Januari 29, 2010

balada petani tua

Cangkul terayun

Tanah subur berlumpur

Disadari

Tubuh tanpa busana

Jadilah

Berselimut malu

Bukan karena borok di dada

Tapi aurat yang terbuka

Badan kaku

Jantung membeku

Diraih segera

Sarung kumal di tempat sampah

Di antara guguran daun basah

Mata cangkul menjadi kayu

Tanah gembur menjadi batu

Tak terasa

Hangatnya sinar matahari pagi

Sejuk tanah basah

Bekas hujan semalam

Tak terdengar

Kicau daun di atas pepohonan

Dia hanya ingin pulang

Untuk bersuci

Mengharumkan diri

Jalan tertatih

Dengan sarung kumal

Selamat tinggal cangkul

Selamat tinggal tegalan

Oleh: sisgi | Januari 29, 2010

bahtera kecil

jangan tenggelam
itu bukan karang
jangan berhenti
tidak ada badai
hanya fatamorgana
yang selalu di sana

meski bahtera kita kecil

gampang tertiup angin
teruslah melaju
dengan pasti
dengan hati
tanpa emosi

di depan sana
laut bening dan biru
ikan menari-nari
marilah kita bernyanyi
tembang manis
teramat manis

feb’10

Oleh: sisgi | Januari 27, 2010

mutiara kedamaian

samar mutiara kedamaian
di balik badai
Senantiasa hijrah
agar lebih baik lagi
mulai hari ini
Menyusup badai dengan hati
Menyusup badai tanpa emosi
Badai tak mau berlalu
Hanya satu tekad
Menggapai mutiara kedamaian
Akal harus menjaga hati
Akal tidak untuk senjata diri
Menang tanpa menjatuhkan
Mutiara kedamaian
Ataukah kedamaian abadi
Jika tiba saatnya
Sang maut menjemput
Mati

Bandung, 27 Pebruari 2010

Oleh: sisgi | Oktober 13, 2009

Jumlah Muslim Dunia Melonjak Tajam

By Republika Newsroom
Kamis, 08 Oktober 2009 pukul 16:06:00

NEW YORK–Berapa jumlah Muslim di dunia saat ini? The Pew Forum on Religion and Public Life menyodorkan data: jumlah Muslim dunia melonjak hampir 100 persen dalam beberapa tahun ini. “Rata-rata di tiap negara bertambah dari semula 1 juta menjadi 1,8 juta penganut,” tulis laporan terbaru tentang riset yang dilakukan selama tiga tahun itu.

Angka pastinya, menurut laporan itu, jumlah penganut Islam di seluruh dunia saat ini mencapai 1,57 miliar jiwa. “Kini, hampir satu dari empat penduduk dunia mempraktikkan ajaran Islam,” tulis laporan itu.

Dari jumlah itu, dua pertiga Muslim tinggal di 10 negara. Indonesia — yang disebut dalam laporan itu sebagai negara yang sangat toleran kendati Muslim dominan — disebut sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Jumlah Muslim di Indonesia adalah sebesar 203 juta atau 13 persen dari seluruh penduduk Muslim dunia. Sebanyak 60 persen jumlah Muslim dunia tiggal di kawasan Asia, bukan di Timur Tengah, tempat asal ajaran agama ini.

Eropa disebut sebagai negara yang pertumbuhan jumlah penduduk Muslimnya sangat cepat. Kini benua itu menjadi rumah bagi 38 juta Muslim, atau lima persen dari seluruh populasi. Jumlah penduduk Muslim di Jerman lebih kurang 4 juta orang, hampir sama dengan jumlah gabungan Muslim di Amerika Utara dan Selatan. Prancis dalam laporan itu memiliki jumlah Muslim paling sedikit di Eropa, namun secara prosentase adalah tertinggi.

Di Benua Amerika, sebanyak 4,6 juta Muslim tinggal di sana dan hampir separuh dari jumlah itu ada di Amerika Serikat. Sedang di Kanada jumlah Muslimnya mencapai 700 ribu jiwa, atau 2 persen dari seluruh populasi.

The Pew Forum on Religion and Public Life juga menyodorkan data yang cukup mencengangkan. Misalnya saja, jumlah penduduk Muslim di German ternyata lebih banyak dari Lebanon, Muslim di Cina lebih banyak dari Suriah, dan Muslim di Russia lebih banyak dari gabungan jumlah Muslim di Yordania dan Libya. Sedang jumlah Muslim di Ethiopia, negeri Katholik Ortodoks di Afrika, jumlahnya sebanding dengan Afghanistan.

“Pendapat bahwa Islam identik dengan Arab dan Arab adalah Islam sama sekali keliru,” ujar Amaney Jamal, asisten profesor di Princeton University yang mereview penelitian itu. Ia menyebut hasil penelitian The Pew ini sangat konprehensip, khususnya dalam data terkini jumlah Muslim di dunia. Apalagi setelah perang global melawan terorisme yang kerap diterjemahkan sebagai perang melawan Islam oleh penduduk di banyak negara non-Muslim.

Menurut forum ini, penelitian yang dilakukan di 232 negara itu baru penelitian pendahuluan.

Tahun depan mereka berencana merilis hasil penelitian dengan menyodorkan data terkini plus prosentase tingkat pertumbuhan jumlah penduduk Muslim di masing-masing negara di dunia. Pada tahun yang sama, mereka juga akan merilis studi tentang perkembangan penyebaran agama Kristen di dunia. n ap/tri

Oleh: sisgi | Oktober 8, 2009

Ditelpon penipu

Pada hari Kamis, 30 Juli 2009 setelah kembali dari makan siang. Ada telp yang menghubungi saya, berikut skrip pembicaraan si penelepon dengan saya:

Saya : “Assalamu’alaikum”
Penelepon : “Wa’alaikumsalam. Ini dari graphari telkomsel pak. Bapak diminta menghubungi pimpinan kami yang ada di kantor pusat Telkomsel di Jakarta.”
Saya : “Ini dengan siapa?”
Penelepon : “Kami dari graphari telkomsel pak. . Bapak diminta menghubungi pusat Telkomsel, ada hal penting yang perlu dibicarakan.”
Saya : “Menghubungi Telkomsel? Mestinya Telkomsel yang menghubungi saya.”
Penelepon : “Ya Pak. Ada hal penting yang akan dibicarakan.”
Saya : “Gini Pak. Telkomsel sebagai perusahaan yang melayansi tidak semestinya menyuruh saya menghubunginya. Malahan Telkomsel yang seharusnya menghubungi saya. Biasanya juga begitu..!”
Penelepon : “Tapi ini penting pak.”
Saya : “Kalau saya nggak mau”
Penelepon : “Anda tahu sendiri akibatnya.”
(saya pikir ini penipu kok amatiran banget).”
Saya : “Eh anda tahu. Ini sedang berhubungan dengan siapa?”
Penelepon : “Memang bapak siapa?”
Saya : “Tahu enggak siapa saya?”
Penelepon : “Memang siapa?”
Saya : “Saya ini orang telkomsel. (saya berbohong agar dia kaget. Eh ternyata sudah biasa juga dengan gertakan).”
Penelepon : “Kalau anda orang Telkomsel, anda siapa?”
Saya : “Gini, gini. Anda ngaku dari ghrapari telkomsel. Anda punya computer kan?”
Penelepon : “Ya punya.”
Saya : “Coba dilihat nomer saya ini. Yang anda panggil atas nama siapa?”
Penelepon : “Memang nama anda siapa? “
Saya : “Nomer yang anda pakai itu bukan nomer karyawan telkomsel goblok..! (saya pura-pura tahu)”
Penelepon : “Anda yang goblok! (wah mulai panas nih).”
Saya : “Nomer yang anda pakaipun bukan nomer karyawan telkomsel. Mestinya semua karyawan telkomsel diawali dengan 0811….”
Penelepon : “Kalau saya pakai nomer pribadi gimana?”
Saya : “Ya gimana saya percaya. Anda ngaku dari graphari, tapi pakai nomer prabayar. Sudah gitu nggak tahu nama saya lagi.”
Penelepon : “Kalau anda dari Telkomsel, coba lacak saya. Bisa nggak?”
Saya : “Lhoh, apa urusannya saya ngelacak anda? Kaya kurang kerjaan aja.”
Penelepon : “Ya ada dong..!”
Saya : “Ngapain. Buang-buang waktu berurusan denga anda.”
Penelepon : “Ini kan ada kaitan dengan Telkomsel.”
Saya : “Kaitannya apa? “
Penelepon : “Ya masalah penipuan.”
Saya : “Peniputan? Saya nggak ngombong penipuan.”
Penelepon : “Tadi anda nuduh saya menipu dengan mengaku telkomsel.”
Saya : “Anda ini maunya apa?”
Penelepon : “Anda maunya apa?”
Saya : “Sebutkan nama kamu, alamat kamu dan bilang mau apa?”
Penelepon : “Kamu yang sebutin, mau kamu apa?”
(wah capek bicara dengan orang gila, telp saya biarin saja menggantung biar pulsa dia habis. Akhirnya sambungan diputus dari sana).

Ruang kerja saya jadi hening. Kawan-kawan terdiam dikira saya bertengkar sungguhan di telpon. Setelah saya ceritakan pembicaraan saya, terutama waktu si penelepon bilang “anda yang goblok”. Serentak semuanya ketawa.
Ada-ada saja.

Oleh: sisgi | Oktober 8, 2009

Kalangbret

Kalangbret persise sak kulone kuto Tulungagung (kiro-kiro 5 km). Nek kono ono pemandian Srabah, saiki embuh isih diopeni opo ora..
Babat tanah Kalangbret dicritakke ing crito rakyat setempat :
Naliko samono ono bupati sekti mondroguno aran Bupati Kalang. Perilakune kejem, ndablek, tukang mateni uwong. Kerjane mung nggodo wanito-wanito sulistyo ing warno (ojo takon carane management negoro piye, aku yo ora ngerti).
Ono wanito sulistyo ing warno sing diuber-uber yoiku Roro Inggit lan Roro Kembang Sore. Saking wedine Roro Inggit bunuh diri nganggo patrem (keris cilik mengandung racun). Wektu itu durung ono dokter dadi nyawane ora ketulungan. Roro kembang sore mlayu singidan nek gunung lan ora ketemu sampek saiki. Akhire karo rakyat digekno kuburan ethok-ethok lan diarani Petilasan Kembang Sore. Saiki sing ziarah nang petilasan kono yoiku poro wanito sing golek penglaris dagangane.
Apes nasibe (sing pasti takdir), Bupati Kalang akhire mati dikruyuk masyarakat kanthi bantuan soko prajurite Gajah Mada. Mergo masyarakat wedi nek Bupati kalang arepe urip maneh, akhire awake di-sebret-sebret di kubur nang ngendi-endi.
Panggonan iku saiki dijenengi Kalangbret. Aku mbiyen biasa nyebut Kalambret/Kambret.

Oleh: sisgi | Juli 3, 2009

Rumah pesona surga

Kawan, saya temui tulisan yang mungkin anda belum membacanya.

Sudah agak lama badanku bersandar di kursi kerja. Malas untuk berdiri, berharap agar auditor tidak datang. Hari ini memang dijadwalkan akan ada audit. Sama sekali tidak ada orang yang akan membantu. Semua kolega pada di luar kota, satu orang anak buah sedang cuti dan lainnya juga ke luar kota. Ada 2 orang karyawan honorer, namun yang satu sakit dan yang lainnya sedang ada panggilan test wawancara di perusahaan lain.

Sama sekali aku tidak bisa berfikir secara jernih, ku coba membuat nyata bahwa aku harus bisa mengendalikan fikiranku. Namun gagal, sekali lagi gagal.

Masih terngiang di telingaku, betapa aku membentak dengan keras isteriku. Seorang yang sangat aku cintai. Mungkin di hati kecilnya pengin berdamai tapi tatapan matanya aku rasakan sebagai penentangan. Aku menyesali atas ketidakmampuan menguasai diri. Akhirnya semua terbawa ke mana-mana, masa bodoh dengan semua, masa bodoh dengan hidup. Bahkan dalam perjalanan ke kantor sudah tak kupedulikan lagi arti keselamatan. Berapa banyak orang yang kesal atas caraku mengendarai motor. Aku nggak hiraukan.

“Selamat pagi Pak. Maaf kalau pak Yosi ada?”. Benar juga auditor yang datang. Langsung aku tersadar dari lamunanku.

“Sedang ke luar kota Bu”, jawabku.

“POH-nya siapa?”.

“Saya..”.

Aku sudah hafal apa kata-kata berikutnya, yang pada akhirnya aku tidak bersedia di audit dengan alasan sedang sakit. Kecewa pasti, aku minta dijadwalkan lagi. Masa bodoh dengan laporannya ke management tempatku bekerja.

Setelah dia pergi, aku kembali bersandar malas di kursi kerjaku sambil melihat email-email yang kebanyakan berisi complain atas hal-hal yang menjadi tanggung jawabku.

Banyak permasalahan yang tidak bisa kuselesaikan, disamping fikiranku lagi tidak konsen juga aku sedang sendirian. Mau telpon ke rumah, kuwatir isteriku belum bersedia berbaikan. Jujur saja hiburan satu-satunya bagiku adalah keluarga, seorang isteri yang sangat perhatian dan si bungsu yang sangat lucu. Namun hari ini lain.

Aku berharap ada sms dari rumah, nihil. Sampai waktunya pulangpun tidak ada perkembangan berarti.

Sesaat setelah lonceng pulang berbunyi, aku segera berkemas-kemas. Penging pulang secepatnya, Aku ingin ada kedamaian di rumah. Aku tidak ingin ada pertengkaran lagi, sesampai di rumah akan kupeluk isteriku tercinta dan meminta maaf atas kelakuanku tadi.

Oleh: sisgi | Juli 2, 2009

Stanford

Putrane bangga banget naliko kasil mlebu nang “Harvard University”, nanging durung 2 tahun wis tinggal donya. Bapak & ibune kelangan banget lan pengin pepenget kanthi mbangun monumen nek lingkungane Kampus. Bareng matur nang pimpinan kampus, pimpinan kampus ora setuju amargo lek saben ono sing mati gawe monumen, dikuwatirne kampuse kebak monumen.
“Pak, maksad kawulo sanes mbangun patung/reco nanging mbangun gedung kersane saget dimanfaataken universitas”.
Pimpinan kampus tetep ora setuju, lek kabeh podo mbangun omah nek kampus lha koyo opo dadine kampus mengko.
Mergo kuciwo, akhire Bapak-Ibu mau mbangun gedung sing ora adoh soko “Harvard University” lan digawe sekolahan.
Konco-konco kabeh, wangune sampeyan wis podo ngerti, Bapak lan Ibu mau jenenge Mr & Mrs Stanford.
Saiki “Stanford University” kalebu perguruan tinggi sing kawentar nek Amerika Serikat, ora kalah karo “Harvard University”.

Oleh: sisgi | Juni 24, 2009

Damarwulan

Pandulune tansah konjem in bantolo, nerusake laku tanpo noleh maneh. Niate pasti, mbantu negoro Mojopahit supoyo aman soko rongrongane Prabu Minakjinggo. Senajan mung tukang ngarit, nanging olah kaprajuritane ora perlu dikuwatirke.

Prabu Minakjinggo pancen wis niat mbalelo soko Mojopahit amargo rumonso diapusi dening pemerintah Mojopahit. Naliko semono Ratu Kencono Wungu nganake Sayemboro, sopo sing iso mateni wong sekti “Kebo Marcuet” lek wedok diaku dulur sinarah wadi, yen lanang dipek bojo. Jebule si Joko Umbaran sing iso ngasorake. Nanging mergo Kebo Marcuet sekti mondroguno, Joko Umbaran tatune arang kranjang disruduki lan sampek sikile dingklang. Masiho pungkasane Kebo Marcuet dadi tekan patine.

Nonton kasunyatan Joko Umbaran wis ora bagus maneh lan malah rupane nggilani tur sikile dingklang, ratu Kencono Wungu janji supoyo sauntoro wektu Joko Umbaran ngedekne kadipaten sing panggonane nek pinggir etan tanah jowo. Kadipaten tersebut dijenengke Blambangan.

Wis pirang-pirang tahun, jebul janjine Ratu Kencono wungu ora tahu ditindakake. Pungkasane Minak Jinggo mbalelo soko Mojopajit.

Saiki Kencono Wungu ngutus damarwulan supoyo iso nyegat lurukane Minakjinggo menyang Mojopahit. Perang rame dicritakke nek tembang Asmorodono kasebut:

Anjasmoro arimami

Masmiran kulako warto

Dasihmu tan wurung layon

Aning kutho probolinggo

Prang tanding lan Urubismo

Karyo mukti duh wong ayu

Pun kakang pamit palastro

Rasane kangen banget Damarwulan karo kekasihe sing aran “Dewi Anjasmoro”, babar pisan ora nduwe kepinginan karo Ratu Kencono wungu utowo bojone Minak Jinggo (Waeto lan Puyengan) sing tansah sabiantu murih kasil usahane.

Perang rame bola bali Damarwulan kalah. Ning akhire dibantu Waeto lan Puyengan kanthi coro nyolong Gamane Minak Jinggo (godo wesi kuning lan pedang sukoyono).

Oleh: sisgi | Juni 24, 2009

Adrenalin yang salah

Kalau kita sedang berkendara mobil di malam hari, sering kita jumpai anak-anak muda yang naik motor lumayan kencang dengan lampu yang sengaja dimatikan. Hal ini akan membahayakan bukan hanya pada dirinya sendiri melainkan juga pada orang lain.

Pada jalur luar kota lebih parah lagi. Kondisi penerengan jalan yang kurang mengakibatkan seorang pengendara mobil tidak segera mengenali kalau ada kendaraan lain (motor) di depannya karena lampunya mati.

Pengendara mobil biasanya menyadari agad pengendara lain (dengan lampu mati) pada jarak kurang dari 50 meter. Jika kecepatan mobil 90 km/jam, maka pengendara hanya punya waktu 2 detik untuk berfikir rem mendadak dan banting stir. Permasalahannya adalah jika dari arah berlawanan juga ada kendaraan lain (mobil lain).

kecelakaan

Tulisan Sebelumnya »

Kategori