Masing-masing kita ada di dalam kereta. Masing-masing kereta kita ada di atas suatu rel. Ada gua yang gelap, ada sawah yang subur hijau, ada perbukitan dan ada pula padang pasir yang tandus. Namun semuanya akan bermuara ke suatu jurang.
Kita nggak tahu kapan kita sampai ke jurang itu, karena letak jurang masing-masing rel kita berbeda. Kadang tepat di sebelah kita, ada teman yang sudah terjun ke dalam jurang. Itulah akhir dari perjalanan. Kita kapan? Kita tetap tidak tahu. Namun kita nggak sadar kalau kereta kita tetap bergerak menuju jurang tersebut, kita nggak mempersiapkan energy apa agar kita dapat jatuh ke jurang dengan sabar, tawakal dan tanpa penyesalan.
Kita asik dengan pikiran kita saat di kereta, kita hanya asik menikmati segala kesenangan saat perjalanan. Kita pun nggak sempat memikirkan, anak-anak kita juga akan mencapai bibir jurang yang mana kita tidak akan bias menahannya. Namun saat ini kita asik bercengkerama dengan dunia kereta. Kawaanku, seandainnya ita mendahului anak-anak kita mencapai bibir jurang.
Apakah yang kita lakukan agar anak/isteri/suami kita tidak larut dalam kepedihan sepeninggal kita? Tegakah kita kalau anak kita begitu lama meratapi kepergian kita? Tegakah kita kalau isteri/suami kita begitu lama menderita karena harus mengurus anak-anak kita yang kehilangan kasih sayang kita? Ataukah sudahkah kita mempersiapkan energy dan fasilitas bagi anak kita agar tubuhnya tidak hancur begitu kereta sudah sampai di bibir jurang? Sudahkah kita siap mendengar jeritan kesakitan anak-anak kita saat kereta sudah terlepas dari rel.
Kawanku, rel tersebut adalah kehidupan dan kereta tersebut adalah dunia kita. Cepat atau lambat, kita akan mendatangi suatu peristiwa yang disebut adalah kematian. Semoga kita :
- Mendapatkan “husnul khatimah” di akhir hayat kita
- Tetap menggenggam kalimat tauhid “Laa ilaha ilallah” sampai akhir hayat kita
- Diberi kekuatan menahan kesakitan waktu nyawa kita dicabut dari jasad kita
- Keluarga kita diberi ketabahan dalam melepas kepergian kita.
Tiap2 yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (Qs al Ankabut 29:57)